sinopsi the witcher episode 2, four marks, sinopsis the witcher netflix, the witcher sub indo, the witcher imdb, henry cavill, cerita the witcher netflix, witcher episode 2, the witcher sub indo, sinopsis the witcher netflix, ringkasan the witcher, rangkuman kisah the witcher, game the witcher

Seorang pria muda menghadiahkan hadiah kepada seorang gadis sebagai tanda mata kasih sayangnya dengan bunga aster. Walaupun sebetulnya gadis itu lebih suka mawar. Lalu mereka pun berciuman. Kemudian gadis itu menyadari bahwa bunga itu hilang. Gadis itu berbalik dan melihat sosok dengan punggung bungkuk, rambut hitam, dengan mata ungu mencolok memegang bunga tersebut. “Kamu telah memata-matai kami, brengsek!” Teriak pasangan tersebut sembari mendorong gadis aneh itu sampai tersungkur di tanah.  Ada gelombang energi yang muncul, diluar kendali nya. Gadis itu tiba-tiba muncul di atas lantai batu, jauh dari tempat semula.

Itulah pengenalan kita terhadap sosok Yennefer, gambaran yang berbeda dengan penyihir wanita yang cantik nan anggun dengan kekuatan sihir yang dahsyat. Gambaran yang ada dalam game The Witcher. Yennefer sedang belajar di sebuah ruang yang dihiasi dengan tengkorak yang tergeletak bejajaran. Seorang laki-laki bernama Istredd berkata kepadanya: “Dia akan datang mencarimu nanti”. sambil membuka portal yang mengarah ke desa Yennefer.

Seorang wanita mendatangi rumah Yennefer dan menawar untuk membeli Yennefer dengan harga empat marks (dari sinilah nama episode ini muncul). Ayah Yennefer (bukan ayah kandung) menyetujui untuk menjual dia dengan harga segitu, mengindahkan protes dari Ibu Yennefer. Babi saja harganya 10 marks, masa anak gadis ku hanya dijual dengan harga 4 marks. Wanita tadi yang notabene seorang penyihir mengingatkan ibu Yennefer. “Kamu tahu apa yang akan mereka lakukan kan?”.

Singkat cerita, Yennefer sudah berada pada sebuah ruangan. Dia menangisi akan nasibnya dan ingin menghabisi nyawanya dengan memotong nadi di pergelangan tangannya. Mungkin beban yang dia rasa cukuplah berat sehingga dia sudah tidak ingin hidup lagi.

Kembali memperlihatkan adegan Ciri yang memasuki hutan. Seperti ada suara yang memanggil-manggil namanya. Pasukan Nilfgaardian berusaha untuk menangkapnya kembali. Ciri melumuri rambutnya dengan lumpur sehingga rambutnya berubah warnanya. Anak laki-laki tiba muncul mengingatkan Ciri untuk tidak makan buah berry yang terkesan enak tetapi beracun.

Mereka membuat api unggun dan membakar tikus untuk santapan siang. Ciri menceritakan kejadian yang menimpanya kepada anak laki-laki tersebut. Ciri melihat bendera kebesaran Cintra di bawa oleh para pasukan dan rakyat Cintra yang selamat. Dia bahagia dan mulai beranjak menuju kumpulan tersebut, akan tetapi anak laki-laki yang dipanggilnya Rat Boy ini telah menghilang tak berbekas.

Cerita berganti di Negeri Posada, di penginapan terlihat penyanyi jalanan memainkan lagunya dan melihat ke arah Geralt. Penyanyi tersebut mengenali Geralt. Geralt merasa tidak nyaman dan beranjak pergi dari penginapan tersebut. Seketika seorang petani menawarinya pekerjaan untuk membunuh iblis yang mencuri gandumnya, Tentu saja tidak gratis. Petani tersebut menawarkan 100 ducat, akan tetapi Geralt meminta 150. Kalau kalian familiar dengan game The Witcher, pasti kalian akan memahami adegan ini. Akhirnya hargapun disetujui dan Geralt mulai beranjak memburu Iblis pencuri Gandum. Penyanyi yang memperkenalkan dirinya sebagai Jaskier atau dalam game mungkin dikenal dengan Dandelion.

Jaskier menyebut Geralt sebagai penjagal dari Blaviken. Hal ini membuat marah Geralt sehingga dia memukul Jaskier di perutnya. Jaskier ingin merekam kisah petualangan Geralt dan menyebarkan kepada dunia tentang kepahlawanan the Witcher, Geralt dari Rivia.

Kembali ke tempat Yennefer di Aretuza, tempat dimana sekolah penyihir wanita yang dipimpin oleh Tissaia de Vries. Tempatnya berada di pinggiran laut, berbentuk kotak aneh dan disambungkan dengan jembatan kayu bertali. Yennefer mulai melupakan masa lalunya dengan bergabung menjadi murid Tissaia. Dalam sebuah kelas penyihir, Tissaia mengajarkan trik sederhana untuk mengangkat batu menggunakan sihir. Yennefer tidak bisa melakukannya. Chaos sebagai sumber sihir dalam dunia mereka dibutuhkan untuk melakukan sihir. Ketika batu terangkat melayang, maka bunga di sebelahnya layu dan mati. Ini adalah keseimbangan tutur Tissasia yang menjelaskan bahwa sihir itu seperti maknanya dengan mengatur Chaos itu sendiri.

yennefer the witcher, sinopsi the witcher episode 2, four marks, sinopsis the witcher netflix, the witcher sub indo, the witcher imdb, henry cavill, cerita the witcher netflix, witcher episode 2, the witcher sub indo, sinopsis the witcher netflix, ringkasan the witcher, rangkuman kisah the witcher, game the witcher

Yennefer frustasi, dia jalan-jalan untuk menghilangkan stress nya. Sampailah dia pada ruangan ketika dia nyasar pada ruangan yang dipenuhi tengkorak. Disana dia bertemu kembali dengan Istredd. Tempat itu bernama Tor Lara, Menara camar yang mana nantinya Tissaia akan memanggilnya sebagai tempat paling ampuh di seluruh benua, tempat terlarang kecuali untuk persaudaraan penyihir.

Geralt dan Jaskier sampai pada tempat yang bernama Dol Blathanna, sebuah tempat yang dulunya dipimpin oleh elves atau ras peri dalam bahasa indonesia. Ternyata salama ini iblis yang mencuri gandum adalah sebuah Sylvan, berbentuk seperti Satyr. Terjadi percakapan singkat antara Sylvan ini dengan Geralt. Akhirnya Geralt memutuskan untuk tidak membunuhnya dan menyuruhnya pergi dari tempat ini menuju tempat yang lebih aman.

Cerita beralih di sebuah hutan di mana Ciri menemukan dirinya berada pada kumpulan pengungsi Cintra. Ciri menyembunyikan identitasnya dan memperkenalkan dirinya sebagai Fiona.

Yennefer yang berada di Menara Cemara sedang melakukan ujian kenaikan tingkat penyihir. Ujian ini adalah memasukan petir ke dalam botol. Yennefer gagal dan terpental jatuh ke lantai, akan tetapi emosinya mengalir kedalam tangannya dan berubah menjadi petir mengarah ke murid yang lain. Tissaia menangkal petir tersebut dan memperingatkan Yennefer untuk mengontrol Chaos dan bukan menjadi Chaos itu sendiri.

sinopsi the witcher episode 2, four marks, sinopsis the witcher netflix, the witcher sub indo, the witcher imdb, henry cavill, cerita the witcher netflix, witcher episode 2, the witcher sub indo, sinopsis the witcher netflix, ringkasan the witcher, rangkuman kisah the witcher, game the witcher

Geralt bangun mendapatkan dirinya terkulai lemas tak berdaya. Tak disadarinya dirinya dan Jaskier sudah terbelit kuat oleh tali. Mereka menjadi tawanan oleh kelompok yang dipimpin Ras Peri. Ternyata kelompok tersebut dipimpin oleh Filavandrel, seorang Raja dari Ras Peri. Dia memendam marah kepada ras manusia yang melakukan “Pembersihan Besar” dimana saat itu ras manusia yang mempelajari sihir dari ras peri malah menggunakan sihir tersebut untuk membunuh ras peri. Mengusir mereka dari tanah kelahirannya. Dalam keadaan marah, Filavandrel ingin membunuh Geralt. Sylvan yang tadi sudah diselamatkan oleh Geralt mencegah amarah sang Raja dan memberi tahu bagaimana sang witcher ini tidak menjadi membunuhnya.

Yennefer bertemu dengan Istredd secara sembunyi-sembunyi di Menara Camar. Istredd memberi tahu Yennefer bagaimana manusia mendapatkan sihir. Istredd mengingatkan Yennefer untuk menghormati ras peri. Tengkorak-tengkorak yang berada disini ini merupakan tengkorak dari ras peri. Yennefer menceritakan kepada Istredd bahwa Ayah kandungnya adalah setengah Ras Peri. Jadi Yennefer termasuk 1/4 Ras Peri. Dari sinilah mengapa Yennefer memiliki bentuk tubuh aneh seperti ini. Ini adalah kutukan yang menyebabkan cobaan selalu melanda nya bertubi-tubi. Dihargai 4 marks, dianggap tidak berharga.

Kembali ke Aretuza, sebuah wajah familiar dari episode 1 muncul, Stregobor yang ternyata adalah guru dari Istredd. Istredd menceritakan latar belakang Yennefer kepadanya. Ternyata Istredd ini orang yang ta’dzim kepada gurunya sehingga dia tidak bisa menyembunyikan rahasia kepada sang guru. Banyak yang beranggapan bahwa Istredd ini mengkhianati Yennefer. Saya berkata lain.

Di dalam Aretuza juga, Yennefer melihat Tissaia merubah ketiga temannya menjadi belut kuning. Ternyata belut ini yang menjadi katalisator Chaos kepada Aretuza. Tissaia menyuruh Yennefer untuk memasukan belut-belut tersebut ke kolam, Sempat menolak tetapi akhirnya Yennefer melakukannya. Ketika belut-belut tersebut masuk kedalam kolam, seberkas cahaya yang dipenuhi kekuatan sihir merebak ke arah Aretuza.

Kamp pengungsi Cintran hancur oleh serbuan pasukan Nilfgaardian yang dipimpin oleh Cahir. Ciri berhasil menyelamatkan dirinya berkat bantuan Rat Boy, yang pada akhirnya memperkenalkan dirinya sebagai ras peri bernama Dara. Di Dol Blathanna, Jaskier dan Geralt berhasil selamat dari sekapan sang raja peri. Geralt memberikan bayarannya tadi kepada Torque. Tidak tahu apakah hal ini bentuk simpati Geralt terhadap musibah Filavandrel dan ataukah hanya diberikan karena Torque telah menyelamatkan nyawanya.

Cerita Geralt masih terus berlanjut, banyak perubahan yang nantinya menjadi titik temu antar adegan diatas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here