sinopsis the witcher episode 1, Geralt of Rivia Sinopsis, the witcher kapan tayang, seri game the witcher, sinopsis the witcher Netflix, gerald the witcher Bahasa Indonesia, film the witcher 3, the witcher indonesia, sinopsis the witcher bahasa indonesia

Pada episode 1 serial the witcher kita langsung disuguhkan pertarungan antara Geralt of Rivia dengan monster Kikimore. Kikimore ini berbentuk seperti serangga yang hidup di rawa-rawa. Seketika itu pedang Geralt jatuh kedalam rawa, Geralt menyelam untuk mengambil pedang tersebut dan dalam sekejap darah Kikimore bercucuran tertusuk pedang Geralt.

Scenes awal yang menarik perhatian penonton, Henry Cavill yang dipilih memerankan Geralt of Rivia memang memiliki modal awal yang cukup mumpuni. Setelah Kikimora mati, Geralt menunggangi kuda menuju kota terdekat yang bernama Blaviken. Geralt mencari Alderman untuk menyerahkan bounty yang dipasang ke Monster tersebut. Seketika Geralt masuk kedalam penginapan, iringan musik dari pemusik jalanan berhenti dan pemilik penginapan tersebut berkata. “Kita tidak ingin bangsa sepertimu itu ada disini”. Hal ini sedikit menyedihkan karena bagaimanapun juga Witcher memberikan banyak kontribusi.

 

Ejekan tersebut hampir menimbulkan perkelahian, hingga masuklah seoran wanita yang bernama Renfri. Dibelakang para pria berbisik-bisik sambil berbicara sedikit sexisme. Sambil menenggak satu cangkir penuh bir, Renfri berkata kepada Geralt; “Aku membawa berita buruk untuk mu, hadiah ini untuk monster Graveir dan bukan untuk Kikimore.

Seorang warga sekitar bernama Marilka menjanjikan kepada Geralt bahwa Stregobor seorang penyihir yang tinggal di kota ini akan membeli mayat monster yang bisa ditemukan di Menara Penyihir. Menara tersebut telah diubah menggunakan sihir ilusi menjadi taman yang sangat indah yang dirawat oleh wanita muda yang telanjang.

sinopsis the witcher episode 1, Geralt of Rivia Sinopsis, the witcher kapan tayang, seri game the witcher, sinopsis the witcher Netflix, gerald the witcher Bahasa Indonesia, film the witcher 3, the witcher indonesia, sinopsis the witcher bahasa indonesia, geralt versus

Geralt menduga bahwa kesalahpahaman terhadap kikimore ini adalah tipu muslihat untuk memancingnya ke menara Stregobor. Penyihir tersebut memiliki pekerjaan untuk Geralt, katanya bahwa monster yang biasa Geralt bunuh akan tetapi jenisnya berbeda. Jenis yang paling buruk, tampak sesaat pandangan mata kekejaman terlihat dalam tatapan matanya.

Berpindah jauh di sebuah kota bernama Cintra, terlihat di jalanan ada seorang gadis bermain permainan anak-anak bersama rakyat jelata. Tanpa disadari gadis tersebut adalah putri Cirilla. Ciri berdiri di Ruang Tahta, sekarang dia sudah berdandan layaknya Putri Kerajaan dan melihat sang nenek, Ratu Calanthe menyaksikan parade prajurit kerajaan. Seberkas terlihat bahwa kehidupan bangsawan kerajaan terlalu membosankan.

Kembali di Blaviken, Stregobor menceritakan kepada Geralt tentang sebuah kutukan Black Sun. Dia menjelaskan bahwa siapa yang lahir disaat gerhana bulan akan mendapatkan kutukan (wah kebalikan film gerhana nih). Orang yang terkena kutukan itu akan lebih menyerupai monster daripada manusia dan akan kebal terhadap serangan sihir sebagai hasil dari “Internal Mutations”. Menurut penyihir Stregobor, adalah wanita terakhir Lilit yang menjelma menjadi “dewi iblis malam” dan harus dimusnahkan akan tetapi Geralt masih kurang yakin.

Kembali ke Cintra, pada sebuah pesta mewah yang diadakan di kastil. Ratu Calanthe mendapatkan kabar bahwa kerajaan Nilfgaardian berbaris menuju ke kota. Pada saat Ciri menari, Raja Eist sedikit keheranan mengapa Ratu Calanthe tidak membagi berita kepadanya (Ciri). Itu mungkin saja akan menjadi tarian terakhir Ciri. Ratu Calanthe membalas dengan sedikit sesak dada, biarkanlah ini menjadi momen kebahagiaan cucunya yang terakhir.

Di suatu tempat di luar wilayah Blaviken, Geralt sedang mengumpulkan tumbuhan  untuk membuat sebuah ramuan obat yang sangat dia butuhkan. Renfri tiba-tiba muncul dari balik pepohonan, dan memberitahunya bahwa dia adalah seorang Putri Kerajaan sebelumnya. Tapi anak buah Stregobor memperkosanya dan mengusirnya dari kerajaannya. Hal in membuat dia harus bekerja seadanya untuk bisa bertahan hidup. Dia di Blaviken untuk menuntut balas dendam, inilah mengapa kenapa Stregobor ingin Renfri mati.

Disini Geralt ingin tetap berada pada posisi netral, pada episode ini juga dia mengambil quotes dari teman lamanya dan sekaligus gurunya, Vesmir: “Witcher haruslah tidak sok bermain sebagai kesatria putih”. Geralt menyuruh Renfri untuk bisa move on, dan membuang niat untuk balas dendam. Terlihat Renfri menyetujui dan selanjutnya terjadi adegan antara keduanya.

Di Marnadal Stairs, sebuah jalan di Pegunungan Amell yang menuju ke Cintra. Terjadi peperangan antara Pasukan Cintra dan Kerajaan Nilfgaardian. Dimana Ratu Calanthe dan Raja Eist berperang dengan gagah berani di barisan terdepan. Peperangan besar yang sungguh mencekam, sesaat panah melayang menuju mata Raja Eist. Membunuh sang Raja seketika.

Ratu Calanthe melacak sumber panah tadi dan mengarah kepada pengendara kuda yang terlihat dari kejauhan, dengan tenang pengendara kuda yang berpakaian serba hitam itu mengamati peperangan. Di Kastil di kota Cintra, Ciri khawatir terhadap peperangan yang terjadi. Dia bertanya kepada Mousesack, seorang Druid yang setia menjadi penasihat keluarga kerajaan. “Apakah nenek akan baik-baik saja?” Mousesack menjawab, “Kamu akan baik-baik saja tuan Putri, kamu adalah keluarga sedarah sang Ratu”. Sembari menghindari pertanyaan langsung Ciri.

sinopsis the witcher episode 1, Geralt of Rivia Sinopsis, the witcher kapan tayang, seri game the witcher, sinopsis the witcher Netflix, gerald the witcher Bahasa Indonesia, film the witcher 3, the witcher indonesia, sinopsis the witcher bahasa indonesia, geralt versus

Kembali pada pertarungan, lebih banyak sekarang pasukan Nilfgaardian yang datang sambil mengibarkan bendera Kerajaan. Kekalahan di pihak Cintra, dan memaksa sang Ratu melarikan diri dengan luka yang serius. Mousesack merapal sebuah sihir perlindungan agar pasukan Nilfgaardian tidak bisa masuk.

Akhirnya, sihir perlindungan itu hancur juga. Ciri menangis tersedu-sedu melihat nenek tercintanya dalam keadaan sakaratul maut, akhirnya Cintra kalah dan menyerah terhadap Nilfgaardians. Lalu tiba-tiba Sang Ratu memberitahu Ciri untuk mencari Geralt of Rivia. “Dia adalah takdirmu”, kata Sang Ratu kepada cucu kesayangannya. Lazlo, seorang kesatria pengawal kerajaan diberi mandat untuk melindungi Ciri. “Lindungi Ciri karena dunia membutuhkan Ciri”.

Ciri dibawa pergi oleh Mousesack dan Lazlo, melarikan diri melewati  lubang terowongan rahasia yang dibangun jauh di bawah kastil. Selama pelarian tersebut, Mousesack mengorbankan dirinya untuk melindungi Ciri dari serangan penunggang kuda hitam yang membunuh Sang Raja. Lazlo berhasil keluar dan mengendarai kuda bersama Ciri, sesaat Ciri bertanya: “Selama hidupku aku selalu dilindungi, mengapa?”. Belum selesai menjawab, Lazlo terpanah tenggorokannya.

Kembali ke Blaviken, Renfri berpikir kedua kalinya tentang tawaran Geralt. Geralt yang saat itu sedang berada di penginapan tertegun karena banyaknya berandalan yang dipimpin oleh Renfri. Secara tiba-tiba terjadilah perkelahian antara mereka. Pertarungan dahsyat antar mereka pun tidak bisa dihindari. Adegan-adegan brutal pun mewarnai perkelahian ini. Geralt membunuh para begundal ini sampai yang terakhir, begundal terakhir terbunuh dengan kepala tertebas dari tubuhnya. Renfri keluar dari bayangan sambil menyandera Marilki sambil berkata aku akan membantai setiap orang di Blaviken sampai Stregobor keluar dari menaranya.

Kota Cintra terbakar, Cahir mengendarai kudanya di pedesaan dan Ciri tertangkap dan ditaruh di atas kuda. Ciri melihat kotanya terbakar dengan menyedihkan, terbungkus api dan terdengar orang-orang berteriak dari kejauhan. Jeritan memekik membuat kuda Cahir kehilangan kendali sehingga Ciri bisa membebaskan diri dan berlari memasuki hutan.

sinopsis the witcher episode 1, Geralt of Rivia Sinopsis, the witcher kapan tayang, seri game the witcher, sinopsis the witcher Netflix, gerald the witcher Bahasa Indonesia, film the witcher 3, the witcher indonesia, sinopsis the witcher bahasa indonesia, geralt versus

Di Blaviken, Geralt dan Renfri bertarung sampai pada momen dimana Geralt paham bahwa Renfri berniat membantai seluruh warga kota. Duel keduanya terlihat cepat dan brutal. Beberapa kesempatan Geralt menahan serangannya agar tidak membunuh Renfri akan tetapi akhirnya pedang Geralt menusuk Renfri. Menjelang kematiannya, Renfri berkata “Gadis di hutan tersebut akan selalu bersamamu”.

Ancaman telah menghilang, Stregobor keluar sambil melihat mayat yang bergeletakan. Dia memberi tahu Marilka bahwa dia akan membawa tubuh Renfri untuk diotopsi, seketika itu Geralt bangun dan mengacungkan pedang ke leher Stregobor sambil berkata: “Tinggalkan mayat ini sendirian”. Penduduk kota melempari Geralt dengan batu sambil berkata “dasar binatang buas”.

Sambil berlalu, Stregobor tersenyum kepada Geralt dia berkata: Gadis di dalam hutan akan selalu bersamamu, selamanya”. Lalu scenes berubah menjadi Ciri yang berteriak ketakutan berlari memasuki dalamnya hutan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here